Saat nanti kamu membaca tulisanku, kamu akan mengerti bahwa aku tidak mempunyai cukup keberanian untuk mengatakan nya secara langsung dihadapanmu. Sebab kamu tahu, salah satu kelemahan terbesarku adalah saat memandangmu...
Entah mengapa, saat kamu melihatku, kurasakan begitu banyak kebahagiaan. Saking banyak nya bahagia yang kurasa, akupun menjadi takut. Ya aku takut...
Takut bahwa semua bahagia itu adalah semu. Kau bilang, aku adalah seorang penyihir. Tahukah kau? Dirimulah penyihir yang sesungguh nya. Bukan aku....
Dirimu selalu berhasil menyihir perasaanku dengan sihirmu...
Penyihirku, janganlah kau buatku selalu merindu dan mengaitkan hati padamu. Karena sungguh, sangatlah menyakitkan jikalau aku tahu bahwa dirimu tak merindu. Bagiku, semuanya ada dalam batasan cukup. Tidak lagi aku meminta lebih. Cukup kamu...
Aku bosan patah hati, dan ku tak ingin memulai lagi. Semoga ini jatuh cinta terakhirku. Sebab aku mau, kepadamu segala penantian berhenti. Mungkin memang terdengar klasik, akan tetapi aku mengakui, bahwa memang mencintaimu terasa hangat dan menyenangkan.
Percayaku, tuhan memiliki mata yang sanggup melihat segala nya. Hari baikku pasti tiba. Meskipun terasa sulit, tetap berusaha kupercaya. Setiap penantian baik, akan berakhir baik jika sudah menemukan waktunya.
Kepada kamu, terimakasih telah menjadi bahagiaku. Pada tuhanku, jika ia memang milikku maka satu pintaku. Semoga aku dan kamu diteguhkan dalam satu ikatan cinta dilengkapi dengan amin dari para malaikatnya....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar